sosok pemuda gagah berotot (Sangkuriang) dengan latar belakang perahu besar yang terbalik menyerupai bentuk Gunung Tangkuban Perahu, ditemani siluet Dayang Sumbi dan anjing sakti Tumang di bawah langit senja atau malam bernuansa magis khas Jawa
Yudhistira Ikranegara mengisahkan pemuda sakti bernama Sangkuriang yang tak sengaja jatuh cinta pada Dayang Sumbi, ibu kandungnya sendiri. Karena gagal memenuhi syarat membuat perahu dalam semalam akibat tipu daya ibunya, Sangkuriang marah besar dan menendang perahu tersebut hingga terbalik menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Yudhistira Ikranegara mengisahkan pemuda miskin yang merantau, menjadi kaya, lalu durhaka dengan menolak mengakui ibu kandungnya sendiri hingga akhirnya dikutuk menjadi batu.
Buku cerita anak berisi kisah fabel penuh warna.