Buku fabel ini berkisah tentang interaksi antara dua serangga kecil, yaitu semut dan lebah, yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada pembaca anak-anak dan remaja.
Buku Kunkun Kalkun yang Baik Hati karya Lilis Wijayanti adalah cerita fabel anak yang mengajarkan akhlak mulia. Cerita bermula saat ibu ayam hendak mendongeng di rumah, tetapi pintu diketuk secara paksa. Salah satu anak ayam yang ceroboh langsung membukanya dan menduga itu adalah musang.
Kancil dan teman-temannya berhasil menemukan mata air bersama-sama.Kancil membagi air itu kepada semua hewan yang haus di hutan.Kancil belajar bahwa kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebersamaan.
Buku ini sarat akan pesan moral tentang persahabatan, kerja sama, dan akibat dari sikap egois.
Mengisahkan interaksi antara Burung Kenari dan Bu Dara. Burung Kenari memberikan nasihat yang bijak kepada Bu Dara yang terlihat mengantuk saat sedang membaca buku agar tidak memaksakan diri.
Buku ini berkisah tentang Kulang, seekor kucing malas di kota yang suka mondar-mandir dan mencuri makanan, hingga suatu hari ia sadar dan berubah menjadi kucing yang baik.
Kecerdasan bisa mengalahkan kekuatan fisik yang besar.Jangan jadi orang yang sombong dan mudah percaya pada perkataan orang lain
Buku ini berkisah tentang Biba (Piglet/Babi kecil) yang tidak sengaja mengatakan kebohongan kecil, lalu merasa bersalah dan belajar mengapa jujur itu penting kepada teman-temannya di Hutan Seratus Ekar.
Ia sadar bahwa selama hidupnya ia tidak pernah menjadi anak yang berbakti.Ia menuruti pesan terakhir ibunya dan menguburkannya di tepi sungai.Konon, setiap kali hari hujan turun, anak katak itu selalu menangis di tepi sungai karena takut air sungai meluap dan hanyut membawa kuburan ibunya.
Jangan remehkan makhluk yang terlihat lemah.Kerja sama dan akal cerdik bisa mengalahkan kekuatan fisik.