Seekor induk itik mengerami telur-telurnya di tepi danau.Satu telur berukuran lebih besar menetas paling akhir, menghasilkan anak itik berbulu abu-abu yang bentuknya berbeda.
(Mengantar Pertolongan) adalah cerita anak dwibahasa karya Inda Julia Fajri Yanti yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kisah ini mengangkat tradisi gotong royong masyarakat suku Lintang di Kabupaten Empat Lawang dan Lahat, Sumatera Selatan, dalam menyambut upacara hajatan atau pernikahan.
Awal Cerita: Seekor kelinci yang sombong menyombongkan kemampuannya berlari cepat di depan kura-kura.Konflik: Kelinci menantang kura-kura untuk melakukan perlombaan lari untuk membuktikan siapa yang paling unggul.Puncak Cerita: Saat berlomba, kelinci memimpin jauh dan memutuskan untuk tidur sejenak karena mengira kura-kura masih sangat jauh tertinggal.Akhir Cerita: Kura-kura yang berjalan pelan…
Kuki adalah jangkrik yang rajin berlatih mengerik. Namun, suara bisingnya mengganggu para tetangga.Perjalanan ke Padang Ilalang: Kuki akhirnya pindah dan mengerik di padang ilalang yang sepi.Kejadian Menegangkan: Tanpa disadari, seekor ular muncul secara tiba-tiba dan mengagetkan Kuki. Kisah ini berfokus pada bagaimana Kuki menyelamatkan diri.
Blaze adalah seorang pelari ulung yang terbiasa dengan jalur lurus, sehingga ia kaget dan kecewa ketika lintasan lari yang baru ternyata tidak rata dan penuh tikungan. Buku anak ini mengajarkan pentingnya fleksibilitas, yaitu bagaimana cara menerima perubahan, menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan, dan belajar beradaptasi dengan lingkungan baru.
Rusa hidup ceria di dalam hutan yang lebat dan asri bersama para sahabat setianya, seperti kura-kura dan burung. Mereka saling menjaga dan menghabiskan hari-hari dengan rukun. Suatu hari, sang Rusa mengalami musibah dan terjebak dalam perangkap jaring yang dipasang oleh pemburu di tengah hutan. Ia merasa ketakutan dan tidak bisa melepaskan diri sendirian.
Seluruh kawanan dinosaurus berkumpul bersama untuk saling memamerkan kehebatan dan kekuatan raungan mereka. Di tengah keramaian itu, Bronty merasa sangat khawatir karena merasa dirinya tidak bisa meraung sehebat dinosaurus lainnya.
.karya Yeti Nurmayati mengisahkan petualangan dua ekor hewan bernama Leo dan Lala yang menghadapi bahaya akibat mengabaikan nasihat ibunya.
erita berpusat pada tokoh anak hewan, seperti Leo dan Lala, yang berada dalam situasi menegangkan saat dikejar oleh hewan pemangsa,. Dalam kepanikan tersebut, mereka menyesal karena tidak mendengarkan nasihat dan pesan dari ibu mereka. Buku ini mengajarkan kepada anak-anak pentingnya mematuhi perkataan orang tua dan mendengarkan nasihat demi keselamatan serta kebaikan diri sendiri.
adalah buku aktivitas dan cerita anak yang mengajak anak-anak berpetualang sambil mengenal nama-nama hewan darat dalam bahasa Inggris dan Korea